https://youtu.be/t-EXoClPhMg
Reuters melaporkan pada tanggal 3 (waktu setempat) bahwa produsen pesawat Amerika Boeing tidak akan memasok pesawat tempur F-15 ke Indonesia.
Wakil Presiden Boeing bertemu dengan jurnalis di Singapore Air Show dan mengatakan bahwa "Kemitraan dengan Indonesia bukan lagi bisnis yang sedang kami jalankan" serta mengumumkan tidak akan lagi memproduksi F-15 untuk Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Boeing untuk membeli 24 pesawat tempur F-15EX untuk program modernisasi pesawat tempur pada tahun 2023, namun media internasional melaporkan bahwa kontrak pembelian tersebut pada akhirnya dibatalkan.
Alasan spesifik pembatalan kontrak F-15 tidak diungkapkan, namun media militer internasional mengajukan kemungkinan "perubahan pikiran" Indonesia.
Ini berarti Indonesia, yang secara tradisional mengejar kebijakan non-blok, berusaha mendiversifikasi jalur impor senjata dengan mengeksplorasi berbagai pilihan.
Satu tahun sebelum menandatangani nota kesepahaman F-15 pada tahun 2022, Indonesia menandatangani kontrak untuk membeli 42 pesawat tempur Rafale Prancis, dan pada Januari tahun ini menerima pengiriman pertama sebanyak 3 pesawat tempur Rafale yang ditempatkan di pangkalan udara nasional mereka.
Terkait hal ini, media militer spesialis melaporkan bahwa Indonesia menarik pembelian F-15 bersamaan dengan penerimaan pesawat tempur Rafale.
Media-media ini mengutip laporan pers lokal Prancis yang menunjukkan minat Indonesia dalam impor Rafale tambahan, mengatakan Indonesia dapat membeli lebih banyak Rafale sebagai pengganti F-15.
Sebelumnya, Indonesia juga melakukan tindakan yang melanggar kepercayaan dalam proyek pengembangan bersama KF-21 dengan Korea, memicu kontroversi.
====================================
Mereka adalah pengkhianat