Iran mengkonfirmasi bahwa negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat akan diadakan sesuai jadwal pada tanggal 6.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan melalui X (X·Twitter lama) pada tanggal 4 (waktu setempat) bahwa "negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat akan diadakan pada hari Jumat (tanggal 6) pukul 10 pagi di Muscat, Oman" dan mengucapkan terima kasih kepada pihak Oman yang menyediakan tempat pertemuan tersebut.
Pernyataan Menteri Araghchi ini datang segera setelah media Amerika Axios melaporkan bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima permintaan Iran untuk mengubah lokasi dan format pertemuan.
Awalnya, kedua negara merencanakan untuk mengadakan pertemuan di Istanbul, Turki, dan membahas rencana agar para pejabat dari negara-negara sekitar Timur Tengah mengamati pertemuan tersebut, tetapi kemudian Iran meminta untuk mengubah lokasi menjadi Muscat, Oman.
Selain itu, dilaporkan bahwa Iran meminta agar negosiasi ini hanya menangani program nuklir mereka sendiri dan mengecualikan masalah pengembangan rudal balistik dari agenda.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tiga syarat untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran: ▲pengayaan uranium 'nol' di Iran ▲pembatasan program rudal balistik ▲penghentian dukungan untuk kekuatan proksi di wilayah tersebut.
Selain itu, dilaporkan bahwa Iran lebih memilih pertemuan bilateral murni dengan Amerika Serikat.