
Meta, perusahaan operator Facebook dan Instagram, dituntut oleh pemerintah lokal di Silicon Valley, Amerika Serikat atas tuduhan membiarkan iklan penipuan.
Kantor County Santa Clara, California telah mengajukan gugatan ke pengadilan negara bagian, mengatakan bahwa Meta menyadari puluhan miliar iklan penipuan yang terjadi di platform layanan media sosial (SNS) miliknya namun menggunakannya sebagai alat penghasil pendapatan tanpa mengatasinya, sebagaimana diumumkan pada tanggal 11 (waktu setempat).
Dalam surat gugatan, pihak Kantor menyatakan bahwa Meta mengekspos 15 miliar iklan penipuan setiap hari kepada pengguna SNS, termasuk produk keuangan penipuan, obat penyakit kronis palsu, suplemen yang tidak efektif, dan penipuan menyamar sebagai donasi dari selebriti, dan melalui hal ini menghasilkan sekitar 7 miliar dolar (10 triliun won) per tahun.
Kantor menyoroti bahwa Meta mengidentifikasi pengiklan dengan kemungkinan penipuan tinggi namun memaksimalkan pendapatan dengan menetapkan harga yang lebih tinggi untuk mereka daripada mengeluarkan mereka.
Lebih lanjut, sambil menyebutkan bahwa Meta secara terpisah mengelola pendapatan iklan yang diperoleh dari pengiklan dengan relevansi penipuan tinggi dengan nama 'pendapatan pelanggaran', Kantor berpendapat bahwa Meta menganggap denda yang dikenakan oleh otoritas regulasi hanya sebagai biaya operasional bisnis.
Khususnya, Kantor mengkritik dengan mengutip dokumen internal Meta bahwa Meta telah menyiapkan 'perangkat pengaman pendapatan' yang membatasi penerapan tindakan pencegahan penipuan jika berdampak pada pendapatan di atas tingkat tertentu.
Alat kecerdasan buatan (AI) 'Advantage+ Creative' yang disediakan Meta untuk pengiklan juga menjadi sorotan.
Kantor menunjukkan bahwa pengiklan penipuan dapat mengubah iklan penipuan menjadi 4.000 versi hanya dengan beberapa klik menggunakan alat ini.
Kantor menghitung bahwa kerugian yang diderita penduduk California sepanjang tahun 2024 karena pembiaraan iklan penipuan Meta ini telah melebihi 2,5 miliar dolar (sekitar 3,7 triliun won), dan khususnya kerugian penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 800 juta dolar.
Sambil itu, Kantor meminta pengadilan untuk menerbitkan perintah larangan, denda perdata, dan pemulihan keuntungan tidak adil terhadap praktik bisnis Meta seperti ini.
================================
YouTube juga tidak akan mudah