Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia telah mengingatkan fenomena cuaca ekstrem dengan suhu mencapai hingga 38,4 derajat di beberapa wilayah. Suhu tertinggi tercatat di daerah Larantuka, sementara wilayah seperti Majalengka, Semarang, dan Bima mengalami suhu berkelanjutan di atas 37 derajat. BMKG menganalisis bahwa peningkatan suhu ini terkait dengan kekurangan awan dan posisi matahari, namun menyatakan bahwa hal ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan musiman Indonesia. BMKG merekomendasikan kepada masyarakat untuk memastikan asupan cairan yang cukup, menggunakan perlindungan sinar matahari, dan mencegah kebakaran liar, sementara mendesak pemerintah lokal untuk menerapkan langkah-langkah pengurangan risiko kebakaran hutan.