Pentagon menuduh sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Maven Smart System sebagai penyebab utama serangan rudal AS ke sekolah di Iran yang menewaskan 123 anak-anak. Sistem ini, yang dikembangkan oleh Palantir Technologies, digunakan untuk menentukan target serangan dan diduga salah mengidentifikasi lokasi sekolah sebagai fasilitas militer karena data intelijen yang usang. Meskipun demikian, analis intelijen sempat memperingatkan perubahan fungsi bangunan tersebut pada tahun 2019, namun peringatan itu tidak sampai ke perencana serangan. Presiden Donald Trump justru menyalahkan Iran atas serangan tersebut, sementara PBB menyatakan bahwa ada alasan kuat untuk meyakini Amerika Serikat melakukan kejahatan perang. Hingga saat ini, Pentagon belum merilis hasil investigasi resmi dan belum ada personel militer yang dikenai sanksi disiplin atas insiden ini.