Tim peneliti dalam negeri mengungkap peningkatan reseptor ERBB4 di neuron eksitatori sebagai faktor kunci yang mempercepat siklus jahat penyakit Alzheimer. Dalam eksperimen pada tikus model penyakit Alzheimer, penghapusan ERBB4 meredakan hiperaktivitas sirkuit saraf, ketidakseimbangan sinaps, dan peradangan sel glia, serta menunjukkan peningkatan kemampuan memori dan kognitif spasial. Selain itu, analisis jaringan otak manusia juga menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat ekspresi ERBB4 di neuron eksitatori pada pasien Alzheimer, semakin parah akumulasi plak amiloid beta dan penurunan fungsi kognitif. Hasil penelitian ini menyajikan kemungkinan pengembangan strategi pengobatan baru yang memanfaatkan ERBB4 sebagai target terapi, bersama dengan penghapusan amiloid beta.