Yosafat Dwi Kurniawan Berdandan untuk Perubahan di The Langham Jakarta

222.180.***.***
22

Perubahan tidak selalu berarti meninggalkan sesuatu. Kadang-kadang, itu hanyalah kesempatan untuk menemukan apa lagi yang mungkin. Bagi Yosafat Dwi Kurniawan, ide tersebut menjadi titik awal untuk "Après la Révolution", sebuah koleksi tentang kebebasan yang dapat muncul ketika aturan yang mapan mulai berubah.

Dipresentasikan di Langham Fashion Soiree di The Langham Jakarta pada 13 Agustus 2026, koleksi ini menjadi kesempatan bagi desainer untuk melihat perubahan dari sudut pandang yang lebih pribadi. Acara ini diselenggarakan dalam kolaborasi dengan Dewan Desainer Fashion Indonesia (IFDC).

Desainer selalu memiliki hubungan dekat dengan sejarah fashion. Kali ini, bagaimanapun, dia kurang tertarik untuk merekonstruksi periode tertentu daripada perasaan yang menyusulnya. Revolusi Perancis menjadi salah satu titik referensi. Setelah monarki jatuh, pakaian aristokrat mulai kehilangan tempatnya. Pakaian menjadi lebih ringan dan kurang membatasi dengan pengaruh Yunani yang menawarkan alternatif segar terhadap fashion yang rumit di istana.

Dia menemukan koneksi lain pada tahun-tahun setelah Perang Vietnam. Tahun 1970-an membawa pendekatan yang lebih santai terhadap berpakaian, dengan pakaian yang terasa praktis dan bebas. Bagi Yosafat, pergeseran ini menunjukkan bagaimana fashion dapat merespons dunia yang mencoba menemukan keseimbangan kembali. "Bagi saya, ini adalah revolusi," katanya. "Evolusi itu lambat. Ini adalah revolusi. Saya harus beradaptasi dan berubah dengan cepat."

Mungkin bagian paling menarik dari "Après la Révolution" adalah bahwa Yosafat menerapkan ide tersebut pada dirinya sendiri. Tanda tangannya sering berpusat pada siluet yang terstruktur dan pinggang yang tajam. Kali ini, dia melepaskan beberapa presisi tersebut. Pakaian jatuh lebih bebas melalui proporsi longgar dan draping. Mereka masih memiliki rasa feminitas yang jelas, tetapi pemakainya diberi lebih banyak kebebasan dalam siluet.

Perubahan itu juga terlihat pada palet. Alih-alih warna tebal yang sering ia sukai, Yosafat beralih ke gading, krim, turquoise, sage, biru denim, merah, hitam, perak dan emas. Dalam 30 tampilan, koleksi ini bergerak dari kemegahan referensi Barok dan Rokoko menuju nada perak yang terinspirasi oleh baju besi dan konflik. Tampilan akhir membawa suasana hati yang lebih ringan dari tahun 1970-an dan kaitannya dengan perdamaian dan kebebasan.

Ada ketergantungan yang lebih sedikit pada hiasan tradisional juga. Payet memainkan peran yang lebih kecil, sementara teknologi NOMATEX memperkenalkan bordir dan detail laser cut. Pilihan kain juga mendukung arah koleksi yang lebih lembut. Jersey, voile, dan tweed bergabung dengan rayon viscose dan lyocell dari Asia Pacific Rayon (APR). Yosafat memilih serat untuk kelembutan dan keserbagunaannya, serta kemampuannya untuk bekerja dengan draping dan konstruksi yang lebih kompleks.

Proses kreatifnya juga berubah bersama pakaian. Yosafat biasanya mencari inspirasi dari film dan haute couture Eropa. Sekarang, ia merasa tertarik pada sisi emosional peristiwa sejarah. “Ini tidak hanya menarik tetapi juga romantis dan sendu,” katanya. Ada alasan mengapa perspektif itu terasa sangat dekat dengan rumah. Yosafat mengatakan bahwa ia menjadi lebih sadar akan ketidakpastian di sekitarnya dan lebih prihatin dengan pertanyaan tentang masa depan dan bagaimana orang beradaptasi. Pikiran-pikiran itu membuatnya lebih kritis terhadap dunia dan lebih bersedia untuk mempertimbangkan kembali pekerjaannya sendiri.

Setelah 15 tahun di dunia fashion, Yosafat memberi ruang untuk mempertanyakan siluet, warna, dan teknik yang telah menjadi bagian dari ciri khasnya. Apakah arah baru ini akan terus berlanjut sebagian tergantung pada bagaimana respons pelanggan, tetapi untuk saat ini, ia tampak nyaman dengan membiarkan jawaban tetap terbuka. Kesediaan untuk menjelajah mungkin adalah bagian yang paling tepat dari “Après la Révolution”.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Yosafat Dwi Kurniawan dan karya terbarunya, kunjungi yosafatdwikurniawan.com. Untuk terus mengikuti kabar terbaru dari The Langham Jakarta, ikuti @langham_jakarta di Instagram.

로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

정보공유

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
7.77 -0.01

2026.08.27 KEB 하나은행 고시회차 384회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!