Perusahaan minyak nasional Uni Emirat Arab (UEA) ADNOC mengumumkan bahwa dua kapal mereka diserang di Selat Hormuz. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam serangan ini, Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk serangan tersebut dan menuduh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran sebagai pelaku. UEA menyebut tindakan ini sebagai "tindakan bajak laut" yang menggunakan selat sebagai alat tekanan ekonomi.