Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo Ciptakan Vokabuler Baru untuk Kebaya

121.135.***.***
11

Desainer Wilsen Willim dan aktris Dian Sastrowardoyo telah bergabung untuk menciptakan koleksi kapsul siap pakai yang memadukan kebaya, beskap, surjan, dan bentuk pakaian Indonesia lainnya ke dalam lemari modern. Diluncurkan pada Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2026, **babak pertama dengan 13 potong ini hadir sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, dengan kolaborasi lengkap dijadwalkan akan terungkap pada Hari Batik Nasional di bulan Oktober.**

Kemitraan ini telah dibangun selama beberapa waktu. **Dian mengenakan salah satu jaket beskap kerah tinggi milik Wilsen saat mempromosikan** **Cigarette Girl** **di Festival Film Internasional Busan pada tahun 2023.** Setahun kemudian, dia kembali berperan sebagai Dasiya untuk presentasi Wilsen tahun 2024, muncul sebagai model penutup. Pada saat itu, bahasa desain kreatif sudah ada. Pertukaran tersebut akhirnya berkembang menjadi koleksi yang dibangun berdasarkan minat bersama mereka dalam pakaian budaya Indonesia dan pertanyaan sederhana tentang bagaimana membuatnya terasa alami di lemari modern.

Rilis pertamanya terdiri dari kemeja, rok, korset, dan pakaian luar yang terinspirasi dari beberapa siluet yang dikenali, termasuk **Kebaya Kartini, Kebaya Kutubaru, atasan Janggan, Beskap, Surjan, dan Sikepan Hussar yang terkait dengan tentara Istana Surakarta.** Daripada memperlakukan bentuk-bentuk ini sebagai referensi tetap, koleksi tersebut menyederhanakannya menjadi potongan-potongan yang dirancang untuk duduk secara alami di samping pakaian kontemporer.

Palet warnanya tetap sederhana, bergerak melalui putih, hitam, merah tua, biru tua, dan hijau tua. Katun, kain setelan, dan jacquard duduk di samping batik Cirebon yang digambar tangan pada katun. Wilsen memilih warna netral dengan mempertimbangkan penggunaan berulang, terutama ketika dipasangkan dengan tekstil Indonesia yang sudah memiliki banyak pekerjaan visual sendiri.

Bagi Dian, **uji nyata adalah apakah potongan-potongan ini bisa meninggalkan lemari pakaian acara khusus.** “Saya ingin kebaya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari perempuan Indonesia, dengan gaya yang lebih santai dan bahan yang lebih keren, sambil tetap mempertahankan nilai budaya dan identitasnya,” katanya selama makan siang peluncuran pribadi di Plataran Dharmawangsa pada 29 Juli. **Ini adalah ide sederhana, sungguh, membuat kebaya lebih mudah dijangkau pada hari biasa.**

Perannya juga melampaui penampilan dalam kampanye tersebut. Wilsen mengatakan Dian dan timnya berkontribusi memberikan ide dan membantu mengkurasi desain bersama dengan stylist Hagai Pakan, mengubah hubungan kreatif yang sudah mapan menjadi kolaborasi yang lebih praktis. Hasilnya berada di suatu tempat antara potongan kontemporer presisi Wilsen dan asosiasi Dian yang panjang dengan cerita tentang perempuan Indonesia, budaya, dan sejarah di layar.

Waktu peluncurannya memberikan lapisan tambahan pada koleksi ini, dengan Hari Kebaya Nasional, Hari Kemerdekaan, dan perilisan Hari Batik Nasional mendatang yang menempatkannya dalam musim ketika pakaian Indonesia cenderung menerima perhatian yang diperbarui. Di sini, namun, penekanannya jatuh pada penggunaan. Kebaya dapat dikenakan dengan rok yang sudah ada di lemari. Jaket berinspirasi beskap dapat berfungsi sebagai pakaian luar. Referensi tradisional tetap terlihat tanpa memerlukan acara seremonial untuk membenarkannya.

Koleksi ini saat ini dipresentasikan melalui Heritage Reimagined di ASHTA District 8 dari 6 hingga 30 Agustus 2026. Program ini juga menampilkan koleksi Wilsen Algorithm: Universal Language batik lukis tangan Cirebon, lini siap pakai-nya, alas kaki dari Bocorocco x Wilsen Willim dan aksesoris dari Subeng Klasik x Wilsen Willim 2.0.

Bagi ASHTA, program ini terus menunjukkan ketertarikannya dalam memberikan ruang bagi tradisi tekstil Indonesia untuk berkembang melalui desain kontemporer. Senior Manager Center Experience Leonardo Slatter menggambarkan Heritage Reimagined sebagai kesempatan untuk menghubungkan tradisi tekstil warisan dengan karya kreatif saat ini dan mendorong audiens yang lebih muda untuk melihatnya sebagai sumber ide yang hidup.

Wilsen semakin menempatkan tekstil Indonesia dalam karyanya di tahun-tahun terakhir. Sebagai anggota Dewan Perancang Mode Indonesia, ia telah berkolaborasi dengan organisasi termasuk Cita Tenun Indonesia dan Warisan Budaya Indonesia, mengikuti proyek sebelumnya dengan seniman dan merek gaya hidup. Presentasinya untuk peringatan sepuluh tahun ini juga mengeksplorasi serat denim daur ulang dalam tekstil Indonesia, memperluas minat yang sedang berlangsung pada bahan dan teknik.

Mereka yang ingin melihat bagaimana kebaya Kartini, surjan, dan jahitan berinspirasi pengadilan diterjemahkan menjadi lemari pakaian saat ini dapat menemukan bab pertama koleksi Wilsen Willim x Dian Sastrowardoyo di ASHTA District 8 hingga 30 Agustus, sebelum kolaborasi berlanjut dengan rilis kedua pada Oktober.

Lantai Dasar, ASHTA District 8
Jl. Senopati No.83, Senayan, Jakarta Selatan
@wilsenwillimofficial

로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

정보공유

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
7.94 -0.01

2026.08.11 KEB 하나은행 고시회차 673회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!