Era smartphone murah dari China yang mendominasi pasar global selama lebih dari satu dekade menghadapi tantangan serius. Kenaikan harga chip memori akibat lonjakan permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasokan semikonduktor membuat model bisnis ponsel murah semakin sulit. Produsen smartphone kini kesulitan menentukan harga jual karena biaya komponen, terutama chip memori, terus berubah. Permintaan tinggi akan chip memori untuk server AI menyebabkan produsen memori mengalihkan produksi dari memori konvensional ke memori untuk server AI, sehingga mengurangi pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone. Akibatnya, harga DRAM dan NAND flash naik signifikan, membuat ponsel murah berpotensi semakin jarang ditemukan di pasaran.