Sekitar 60 ribu imigran menyerbu kota Ceuta, wilayah Spanyol di Maroko. Imigran tersebut berenang menyeberangi perbatasan setelah menerima informasi melalui media sosial bahwa perbatasan telah dibuka. Pemerintah Spanyol telah mengembalikan imigran ke Maroko, tetapi beberapa imigran tetap tinggal di Ceuta dan mencoba untuk pindah ke Eropa. Peristiwa ini memicu kecemasan dan konflik sosial di antara penduduk Ceuta, serta menuai kritik terhadap kurangnya respons dari pemerintah Spanyol dan dugaan diamnya Maroko.