Federasi Serikat Guru menuntut perbaikan sistem rapor sekolah dan mengadakan konferensi pers. Mereka menunjukkan bahwa rapor yang berfokus pada persaingan masuk perguruan tinggi menyebabkan beban kerja guru untuk 'menulis catatan' berlebihan, dan menekankan realitas di mana evaluasi yang jujur digantikan dengan 'catatan positif'. Terutama setelah penerapan sistem kredit sekolah menengah atas, jumlah entri tentang kemampuan detail dan bakat telah meningkat pesat sehingga guru harus menghabiskan banyak waktu untuk menulis catatan. Federasi Serikat Guru menuntut peninjauan kembali fungsi rapor terkait penerimaan universitas, penghapusan kewajiban penulisan deskripsi panjang, dan perlindungan hak guru dalam evaluasi.