Seorang mahasiswa berusia 19 tahun berkebangsaan Prancis di Singapura memicu kontroversi setelah memposting video dirinya menjilati sedotan mesin jus dan memasukkannya kembali ke dalam mesin. Akibatnya, operator mesin terpaksa mendisinfeksi mesin dan mengganti semua sedotan karena kekhawatiran masalah kebersihan. Kejaksaan menuntut hukuman denda maksimal atas tuduhan mengganggu ketertiban umum, tetapi pengadilan memutuskan untuk memberikan denda sebesar 600 dolar Singapura setelah terdakwa mengakui kesalahannya dan mempertimbangkan usianya yang masih muda. Pengacara terdakwa menekankan penyesalan tulus kliennya dan menyatakan bahwa terdakwa akan membayar denda tersebut sendiri daripada orang tuanya.