Pemerintah Filipina sedang mempertimbangkan untuk menghubungkan jaringan listriknya dengan Indonesia sebagai bagian dari rencana pengembangan jaringan listrik ASEAN. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas pasokan listrik, mengurangi beban tarif listrik, dan mendorong penggunaan energi terbarukan.
Proyek ini akan menghubungkan Kalimantan-Sabah-Mindanao melalui kabel bawah laut HVDC, dengan memanfaatkan energi hidroelektrik dari Kalimantan Utara dan Sarawak. Kedua negara akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu, yang mencakup aspek perdagangan listrik, regulasi, standar teknis, skema tarif, dan risiko investasi.
Namun, proyek ini menghadapi beberapa tantangan, seperti kondisi geografis laut yang kompleks, risiko gempa bumi dan gunung berapi, keterbatasan peralatan HVDC dan kapal khusus, serta biaya investasi yang besar. Estimasi waktu penyelesaian proyek ini adalah dalam waktu 10 tahun.
*Mindanao (Mindanao) : Pulau terbesar kedua di Filipina. Terletak di bagian selatan negara tersebut, mencakup sekitar sepertiga wilayahnya.
*HVDC (High Voltage Direct Current) : Sistem transmisi listrik yang mengirimkan energi listrik dari pembangkit listrik dalam bentuk arus searah (DC) melalui kabel bawah laut atau udara. Arus searah kemudian diubah kembali menjadi arus bolak-balik (AC) di titik penerimaan untuk didistribusikan ke konsumen.
(Kompas, 7/24)
https://www.kompas.com/global/read/2026/07/24/174000070/filipina-ingin-tersambung-ke-jaringan-listrik-indonesia-amankan-pasokan?page=all