Ketegangan di Timur Tengah menyebabkan harga minyak internasional melonjak hingga sekitar 100 dolar AS per barel, meningkatkan kekhawatiran akan kenaikan harga dalam negeri pada semester kedua. Kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi konsumen dan mempercepat kenaikan suku bunga. Selain itu, tarif kerja paksa yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Korea dan volatilitas nilai tukar juga menjadi faktor yang menghambat pemulihan ekonomi. Pemerintah berupaya meminimalkan tekanan kenaikan harga melalui pengurangan pajak bahan bakar, namun kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, outflow modal asing, dan sinyal kenaikan suku bunga dari Amerika Serikat masih meningkatkan ketidakpastian ekonomi.