Cuaca panas yang melanda seluruh negeri terus berlanjut, meningkatkan kekhawatiran akan dampak seperti penyakit akibat panas dan kematian ternak. Pada tanggal 25, peringatan bahaya panas ekstrem dikeluarkan untuk beberapa wilayah di Gyeongsangbuk-do, Gyeongsangnam-do, dan Jeollanam-do, dengan suhu yang dirasakan diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, sejak Mei hingga saat ini, telah terjadi 1.182 kasus penyakit akibat panas, termasuk 5 kematian. Selain itu, panas ekstrem juga menyebabkan kerusakan ternak yang signifikan, dengan lebih dari 250.000 babi dan unggas dilaporkan mati. Pemerintah daerah sedang melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak panas, seperti membuka tempat berlindung dari panas, memasang kanopi, dan memeriksa keselamatan kelompok rentan.