Kementerian Keuangan Amerika Serikat telah menunjuk Korea Selatan dan 9 negara lainnya sebagai negara yang diawasi kursnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya surplus neraca transaksi berjalan Korea Selatan, dan meskipun ada ekspor semikonduktor, tekanan pelemahan won terus berlanjut. Laporan tersebut menganalisis bahwa investasi saham luar negeri seperti Dana Pensiun Nasional dan pembelian saham Amerika Serikat oleh investor individu telah memengaruhi pelemahan won. Pemerintah Korea Selatan berencana untuk berkomunikasi erat dengan Amerika Serikat dan berupaya untuk menstabilkan pasar valuta asing. Selain itu, Amerika Serikat mengkritik kurangnya transparansi dalam kebijakan nilai tukar Cina dan membuka kemungkinan untuk menunjuknya sebagai negara manipulator kurs di masa mendatang.