Bloomberg melaporkan bahwa pada tanggal 30 (waktu setempat), harga emas anjlok lebih dari 12% di New York Mercantile Exchange, jatuh di bawah $5.000 per ons. Penurunan harga perak bahkan lebih besar, mencapai 36%. Penurunan harian harga emas ini terbesar sejak awal 1980-an, dan penurunan harga perak menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
Penyebab utama anjloknya harga emas dan perak adalah keputusan Presiden AS Donald Trump menunjuk mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebagai calon Ketua Dewan Federal Reserve berikutnya. Warsh dikenal sebagai sosok dengan kecenderungan kebijakan moneter paling hawkish di antara kandidat yang dipertimbangkan Trump. Karena ia relatif negatif terhadap pemangkasan suku bunga, muncul ekspektasi bahwa ini akan menopang nilai dolar. Akibatnya, nilai dolar naik dan harga emas serta perak, sebagai aset safe-haven utama, anjlok. Selain itu, sikap Trump yang menarik ancaman tarif tinggi terhadap negara-negara Eropa (yang sebelumnya dipicu oleh penolakannya terhadap aneksasi Greenland), serta persepsi bahwa kemungkinan AS memulai perang terhadap Venezuela atau Iran semakin kecil, juga turut mendorong penurunan harga emas.
▶ Sumber asli: https://www.hani.co.kr/arti/economy/economy_general/1242657.html#ace04ou