* Ini kutipan sebagian dari artikel Maekyung Economy.
https://v.daum.net/v/20260211161505742
https://www.mk.co.kr/news/economy/11959874
Kementerian Pendidikan berencana memperkenalkan bacaan yang dibuat dengan AI pada bagian bahasa Inggris tes ujicoba CSAT (Ujian Kemampuan Skolastik Perguruan Tinggi) mulai tahun depan. Karena pembuat soal selama ini kesulitan memilih bacaan bahasa Inggris akibat sifat ujian bahasa asing, tujuannya adalah memakai AI untuk mempersingkat waktu pembuatan soal dan meningkatkan kualitas bacaan.
Pengumuman ini termasuk dalam "Rencana Perbaikan Sistem Tingkat Kesulitan Pembuatan Soal CSAT yang Stabil" yang dirilis Kementerian Pendidikan pada tanggal 11. Bagian bahasa Inggris CSAT tahun lalu terlalu sulit sehingga rasio siswa peringkat 1 (nilai 90 ke atas) mencatat rekor terendah sepanjang sejarah sebesar 3,11%, yang disebut insiden "bahasa Inggris neraka." ... ...
Dalam jangka menengah-panjang, sistem pembuatan bacaan bahasa Inggris berbasis AI akan dikembangkan. Saat ini bagian bahasa asing sebagian besar menggunakan cara mengutip sumber asli yang sudah dipublikasikan untuk menghindari sengketa soal kesalahan bacaan, tapi cara ini punya keterbatasan dalam menyusun soal sesuai tingkat kurikulum. Kementerian Pendidikan berharap sistem AI ini bisa mempersingkat waktu pembuatan soal dan meningkatkan kualitas bacaan. Uji coba ditargetkan untuk ujicoba CSAT tahun ajaran 2028, dengan pengembangan dimulai paruh kedua tahun ini.
Setelah sistem pembuatan bacaan bahasa Inggris berbasis AI ini mapan, Kementerian Pendidikan berencana memperluas penggunaan AI ke seluruh proses pembuatan soal CSAT, termasuk prediksi tingkat kesulitan dan peninjauan soal serupa. [bagian selanjutnya dihilangkan]
* Catatan penerjemah: tautan siaran pers resmi Kementerian Pendidikan.
Kami Akan Memperbaiki Sistem Pembuatan Soal Secara Mendasar demi CSAT yang Stabil
https://www.korea.kr/briefing/pressReleaseView.do?newsId=156744193