1. Disiplin yang mengontrol tindakan (kontrol eksternal)
Digunakan untuk memperbaiki perilaku yang salah secara langsung atau mendorong perilaku tertentu.
Disiplin emosional (memanfaatkan emosi): Ini adalah cara paling dasar yang memanfaatkan pujian, hadiah (wortel) dan teguran, hukuman (cambuk). Sangat efektif secara langsung, tetapi ketika emosi hilang sikap kembali ke semula, sehingga daya tahan jangka panjangnya pendek.
Disiplin rasional (memanfaatkan pengetahuan): Cara untuk membuat anak memahami alasan dan dasar dari tindakan sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Karena memungkinkan anak menilai sendiri, daya tahannya lebih lama, tetapi dapat dengan mudah runtuh karena keinginan emosional sesaat (godaan).
2. Disiplin yang membentuk batin (kontrol internal)
Membangun kekuatan anak untuk mengontrol dirinya sendiri bahkan tanpa kehadiran orang tua.
Disiplin kebiasaan (pembentukan kebiasaan): Adalah membuat anak terbiasa dengan perilaku baik. Kunci adalah desain sistem yang membuat anak merasakan "kesenangan" dari tindakan tersebut, bukan sekadar pengulangan. Ketika tertanam, ia bekerja sendiri, tetapi dapat berubah karena pengalaman baru.
Disiplin nilai (pembentukan kemauan): Disiplin yang mengembangkan "kemauan" untuk mengatasi godaan. Ketika anak secara rasional memahami informasi dan emosional menerimanya, "kepercayaan (keyakinan, filosofi)" muncul, dan kepercayaan ini menumpuk untuk membentuk kemauan yang kuat.
3. Disiplin yang memanfaatkan sumber daya eksternal (pemanfaatan sistem)
Cara meminjam kekuatan elemen sekitar atau orang lain di luar bimbingan langsung orang tua.
Disiplin lingkungan (penciptaan lingkungan): Memanfaatkan karakteristik manusia yang beradaptasi dengan lingkungan. Terbagi menjadi "lingkungan eksternal" berupa pencarian sekolah atau teman yang baik dan "lingkungan keluarga" di mana orang tua memberikan contoh. Membangun awalnya sulit, tetapi memiliki efek berkelanjutan 24 jam.
Disiplin delegasi (pemanfaatan ahli): Adalah mempercayakan bimbingan khusus kepada pusat konseling, rumah sakit, dan lainnya yang memiliki pengetahuan khusus. Meskipun beban biaya adalah kekurangannya, akhir-akhir ini "disiplin AI" yang dapat menganalisis anak dan mencerminkan nilai-nilai orang tua tanpa beban biaya juga dapat dianggap sebagai disiplin delegasi.