Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman mengatakan bahwa Rusia tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Indonesia. Hal ini berbeda dengan rencana pembangunan kilang Tuban (GRR) yang sedang dijalankan oleh Pertamina dan Rosneft Singapura. Tim Kementerian ESDM untuk minyak dan gas bumi saat ini sedang berada di Rusia untuk mempersiapkan kerja sama teknis terkait pengadaan minyak mentah, bahan bakar minyak, dan LPG dari Rusia. Namun, metode pengadaan dan jumlah impor masih belum ditentukan dan tujuannya adalah untuk membangun hubungan kerjasama jangka panjang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev dan beberapa perusahaan energi Rusia seperti Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia telah mengamankan kontrak impor minyak mentah dan LPG dari Rusia. Selain itu, juga dibahas mengenai pengembangan infrastruktur pengolahan minyak dan fasilitas penyimpanan minyak di Indonesia, pemanfaatan energi nuklir, serta perluasan kerjasama di bidang mineral. Kerjasama ini akan dieksplorasi melalui mekanisme G2G dan B2B. Sementara itu, Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia, telah mengajukan proposal pembangunan dua reaktor nuklir di Indonesia pada bulan April 2025. Kemungkinan kerjasama energi nuklir juga dibahas dalam pertemuan ini.
(Bloomberg Technoz, 4/15)
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106193/rusia-niat-investasi-storage-minyak-di-ri-beda-dari-kilang-tuban