Jakarta, Indonesia mengalami banjir akibat hujan lebat selama periode liburan Imlek, dengan 52 area perumahan (RT) dan 22 jalan yang terendam. Tinggi air berkisar dari 30 sentimeter hingga 100 sentimeter, dan operasi di jalan-jalan utama serta jalur rel bandara terganggu. Warga mengeluhkan aktivitas sehari-hari terhenti dan kemacetan lalu lintas, menuntut pemerintah memperkuat respons banjir. Badan penanggulangan bencana Jakarta menyatakan penyebab utamanya adalah limpahan sistem drainase yang melebihi kapasitas, sementara gubernur Jakarta menjelaskan bahwa hujan lebat yang lebih berat dari perkiraan melampaui batas sistem drainase.