일본 자동차 대기업 2곳 인도네시아 철수 예정, 7,000명 직원 구조조정 위기
Two Japanese Automotive Giants Plan to Withdraw from Indonesia, 7,000 Employees at Risk of Layoffs
2 Raksasa Otomotif Jepang Mau Cabut dari RI, 7.000 Karyawan Bisa Kena PHK
Dua perusahaan otomotif asal Jepang yang berinisial PT J dan PT S berencana pindah dari Indonesia ke Vietnam. Keputusan ini berpotensi menyebabkan PHK massal terhadap sekitar 7.000 karyawan dari total 11.000 pekerja di kedua perusahaan tersebut. PT J, dengan 7.000 karyawan, diperkirakan akan mem-PHK 4.000 pekerja, sementara PT S dengan 4.000 karyawan berpotensi memberhentikan 3.000 pekerja. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, akan melakukan negosiasi dengan kedua perusahaan untuk mencegah pemindahan ke Vietnam. Meskipun pemindahan diperkirakan terjadi dalam 1-2 tahun ke depan, Said Iqbal optimis bahwa negosiasi dapat meyakinkan pihak Jepang untuk tidak pindah.
Two Japanese automotive companies, PT J and PT S, are planning to relocate from Indonesia to Vietnam. This decision could result in mass layoffs affecting approximately 7,000 employees out of the total 11,000 workers at both companies. PT J, with 7,000 employees, is expected to lay off 4,000 workers, while PT S, with 4,000 employees, could terminate 3,000 workers. Said Iqbal, Special Advisor to the President on Labor Affairs, will conduct negotiations with both companies to prevent the relocation to Vietnam. Although the move is estimated to occur within 1-2 years, Said Iqbal is optimistic that negotiations can convince the Japanese companies not to relocate.
Dua perusahaan otomotif asal Jepang yang berinisial PT J dan PT S berencana pindah dari Indonesia ke Vietnam. Keputusan ini berpotensi menyebabkan PHK massal terhadap sekitar 7.000 karyawan dari total 11.000 pekerja di kedua perusahaan tersebut. PT J, dengan 7.000 karyawan, diperkirakan akan mem-PHK 4.000 pekerja, sementara PT S dengan 4.000 karyawan berpotensi memberhentikan 3.000 pekerja. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, akan melakukan negosiasi dengan kedua perusahaan untuk mencegah pemindahan ke Vietnam. Meskipun pemindahan diperkirakan terjadi dalam 1-2 tahun ke depan, Said Iqbal optimis bahwa negosiasi dapat meyakinkan pihak Jepang untuk tidak pindah.