趙의장 '대통령 연임 개헌론' 거론 파장…與 '촉각'·野 '반발' | 연합뉴스
Debate over Zhao Yi-jang's proposal for constitutional amendment to allow presidential re-election... Ruling party on high alert, opposition in backlash.
Perdebatan tentang usulan amandemen konstitusi untuk memungkinkan Zhao Yi-jang menjabat sebagai presiden kembali memicu kontroversi, dengan partai yang berkuasa bersikap waspada dan oposisi menentang keras.
조정식 국회의장이 현직 대통령 연임 개헌 가능성을 '국민 선택 문제'로 제기하며 정치권에 파장을 일으켰습니다. 현행 헌법상 현직 대통령 연임은 불가능하지만, 조 의장은 권력 구조 개편과 관련하여 국민 여론을 존중해야 한다는 입장을 밝혔습니다. 이 발언은 이재명 대통령의 연임 가능성을 열어둔 것으로 해석되며, 야당에서는 '내란'이라는 비판을 제기했습니다. 여권 내부에서도 조 의장의 발언에 대한 비판적인 목소리가 나오기도 했습니다. 앞으로 국회의장의 발언이 집권 여당의 차기 권력 구도 재편과 어떻게 연관될지 주목됩니다.
National Assembly Speaker Choe Jeong-sik raised the possibility of amending the Constitution to allow incumbent presidents to serve consecutive terms, framing it as a "matter of national choice" and sending shockwaves through the political sphere. While the current Constitution prohibits incumbent presidential re-election, Speaker Choe emphasized the importance of respecting public opinion regarding changes to the power structure. His statement is interpreted as opening the door to the possibility of President Lee Jae-myung serving another term, leading to criticism from the opposition camp labeling it "treason." Even within the ruling party, critical voices have emerged regarding Speaker Choe's remarks. Attention now focuses on how the National Assembly Speaker's statement will influence the ruling party's future power restructuring.
Ketua Majelis Nasional, Choe Jeong-sik, memicu gelombang politik dengan menyebut kemungkinan amandemen konstitusi untuk memungkinkan masa jabatan presiden yang sedang menjabat sebagai masalah pilihan rakyat. Meskipun konstitusi saat ini melarang pencalonan kembali presiden yang sedang menjabat, Ketua Choe menyatakan bahwa opini publik harus dihormati dalam konteks perubahan struktur kekuasaan. Pernyataan ini ditafsirkan membuka peluang bagi Presiden Lee Jae-myung untuk mencalonkan diri kembali, dan menuai kritik "pemberontakan" dari oposisi. Suara kritis juga muncul dari dalam partai berkuasa terhadap pernyataan Ketua Choe. Perhatian kini tertuju pada bagaimana pernyataan Ketua Majelis Nasional akan terkait dengan restrukturisasi struktur kekuasaan partai yang berkuasa di masa mendatang.